Nyala Literasi Ada di Tangan Pustakawan Pustakawan Profesi Mulia vs Uang Palsu Setiap Hari Pustakawan Wajib Baca Buku Minimal Setebal Seratus Halaman

BERITA

Warga Desa Burlah Aceh Tengah Butuh Tenda, Terancam Kehilangan Tempat Pengungsian

badge-check


					Warga Desa Burlah Aceh Tengah Butuh Tenda, Terancam Kehilangan Tempat Pengungsian Perbesar

ACEH TENGAH, Majalahelipsis.id — Warga Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, yang saat ini mengungsi di SD Negeri 15 Ketol, mengaku resah dan sangat membutuhkan tenda pengungsian.

Kekhawatiran itu muncul karena mulai 5 Januari 2026 kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut akan kembali aktif, sehingga para pengungsi harus segera meninggalkan lokasi pengungsian.

Hingga kini, warga mengaku belum memiliki tempat tinggal sementara setelah keluar dari sekolah, sementara rumah mereka belum dapat ditempati akibat dampak bencana.

Kondisi ini membuat para pengungsi cemas karena terancam tidak memiliki tempat berteduh dalam waktu dekat.

Di sisi lain, tenda-tenda bantuan terlihat terpasang di Mersah Gunung Bukit, Kecamatan Kebayakan, serta di beberapa lokasi lain seperti Desa Mendale. Namun, tenda-tenda tersebut dinilai tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Kepala Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Salman Ahyuni, mengatakan warga sangat mengharapkan perhatian pemerintah, terutama dalam penyediaan tenda pengungsian beserta perlengkapan dasar seperti kelambu, alas tidur, dan bantal. Hal ini penting agar anak-anak pengungsi dapat beristirahat dengan layak di tengah situasi darurat.

“Warga kami sangat membutuhkan tenda dan perlengkapan tidur. Anak-anak perlu tidur dengan nyaman, apalagi dalam kondisi darurat seperti ini,” ujar Salman.

Salman juga mengingatkan, apabila tenda-tenda yang saat ini tidak dimanfaatkan di Kecamatan Kebayakan dapat dialihkan ke Desa Burlah maupun Desa Bintang Pepara, bantuan tersebut akan jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Para pengungsi berharap sebelum 5 Januari 2026, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dapat segera mengalokasikan tempat tinggal sementara, meskipun hanya berupa tenda, agar warga tidak terlantar.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat lebih bijaksana dan merata dalam menyalurkan bantuan, sehingga seluruh korban terdampak bencana dapat merasakan manfaat secara adil dan menyeluruh. (AGAM RIMBA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Jenderal Purnawirawan Turun Menjadi Relawan

7 Januari 2026 - 13:42 WIB

GPMB Aktif Mendorong Peningkatan TGM dan IPLM Kabupaten Maros

7 Januari 2026 - 10:06 WIB

Kubu Gadang Gelar Desa Wisata Fair II Edukatif untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Galodo

3 Januari 2026 - 10:27 WIB

Bachtiar Adnan Kusuma: Setiap Masjid Wajib Menulis Sejarahnya

3 Januari 2026 - 08:28 WIB

Chaidir Syam Hadir di Tengah Keluarga DDI Awal Tahun 2026

1 Januari 2026 - 20:20 WIB

Trending di BERITA