Dancesport Makin Diminati, IODI Padang Panjang Resmi Resmi Terbentuk Bahas Desain Sampul, Komunitas Seni Kuflet Matangkan Penerbitan Buku Puisi “Air Mata Sumatra” Anjing Pelacak yang Menjalankan Misi Kemanusiaan Itu Gugur di Medan Bencana Dari Gudang ke Galeri, dari Galeri ke Cuan Mahasiswa Prodi Seni Murni ISI Padang Panjang Gelar Pameran dari “Gudang ke Galeri” Menyalakan Semangat Menulis di Tubuh Birokrasi

Sajak

Sajak-Sajak Sulaiman Juned

badge-check


					Sajak-Sajak Sulaiman Juned Perbesar

SULAIMAN JUNED adalah sastrawan, kolumnis, esais, sutradara teater yang berdomisili di Kota Padang Panjang. Pendiri/Penasihat Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang, Dosen Jurusan Seni Teater ISI Padang Panjang, Sekretaris/Ketua Panitia Pendirian ISBI Aceh (2012/2015), Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Perwakilan Sumatera Barat. Karyanya tersebar di media Indonesia dan mancanegara. Selebihnya ada dalam buku kumpulan puisi bersama penyair Indonesia dan dunia juga dalam kumpulan puisi tunggalnya.

CATATAN KAKI:
TUMBUH ATAWA RUBUH

aku
ingin mengenang catatan suka dan duka yang tertera di kening kehidupan memberikan cahaya dalam ruang zikir
pikir.

: tentang mencari dan
memberi.

aku
ingin mengenang catatan suka dan duka. Getir tertera di lekuk kehidupan
jadi ingatan untuk pelajaran—wangi
bunga kopi tak melekat di ranting apalagi di dahan—matahari redupkan nasib setiap
orang.

: tunas itu tumbuh atawa
rubuh.

aku
ingin mengenang catatan suka dan duka direnyai kehidupan. Angin
membelai pucuk rambut
mendendangkan
jiwa.

: kabut di sini terkadang
membunuh jiwa.

Ah!

Padang Panjang, 2022—2025

PADANGPANJANG:
ANGIN MENAMPAR SEPI DAN NYERI

kabut
menggantung di kaki Marapi. Angin membelai pucuk rambut—debu
vulkanik mengembara ke pucuk pucuk ranting. Lenguh kerbau mengetarkan
hati.

: orang-orang pergi
mengikat cinta—pulang
membawa rindu.

kabut
menggantung di kaki Marapi. Deru hujan mendera bersama kapundan memutihkan nagari dan kota-kota. Sujud dalam tahajud.

: aku sedang
memungut gerimis
yang tempias ke pipi.

Ah!

Padang Panjang, 2025

SURAT:
CATATAN BUAT MERAH PUTIH

merah
putih—mengirim keluh
kesah bersama darah terkepung kabut. Langit redup—sunyi dinginkan
Jiwa.

: obati saja dengan cinta.

merah
putih—mengirim keluh
kesah, pulang atawa pergi menjenguk negeri. Bulan diperkosa
penyamun.

: sembuhkan saja dengan cinta.

merah
putih—mengirim keluh
kesah dirisaukan peradaban batu sambil menghitung ombak di mata dan api di kepala.

: padamkan saja dengan cinta.

Ah!

Padang Panjang, 2013—2025

Gambar ilustrasi dibuat oleh tim redaksi Majalahelipsis.id menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sajak Muhammad Subhan: Ratib dari Tanah yang Luka

2 Desember 2025 - 17:14 WIB

Sajak-Sajak Sulaiman Juned

2 November 2025 - 20:11 WIB

Sajak-Sajak Mh. Dzulkarnain

26 Oktober 2025 - 19:48 WIB

Sajak-Sajak Yanuar Abdillah Setiadi

19 Oktober 2025 - 18:25 WIB

Sajak-Sajak Kahar DP

12 Oktober 2025 - 18:36 WIB

Trending di Sajak