Nyala Literasi Ada di Tangan Pustakawan Pustakawan Profesi Mulia vs Uang Palsu Setiap Hari Pustakawan Wajib Baca Buku Minimal Setebal Seratus Halaman

BERITA

Ranah Minang Torehkan Sejarah, Kompetisi Musik Klasik Perdana Tercatat di Sumatra Barat

badge-check


					Ranah Minang Torehkan Sejarah, Kompetisi Musik Klasik Perdana Tercatat di Sumatra Barat Perbesar

PADANG PANJANG, Majalahelipsis.id—Masih segar dalam ingatan kita penampilan Ananda Sukarlan di Pembukaan Pertemuan Penyair Nusantara XIII di Jakarta seminggu lalu (baca https://majalahelipsis.id/festival-sastra-untuk-siapa/ ), akhir pekan ini Ananda Sukarlan sudah berada di Institut Seni Indonesia, Padang Panjang. Ia hadir dalam rangka Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+) 2025 region Sumbar, di mana Padang Panjang menoreh sejarah baru dalam penyelenggaraan kompetisi musik klasik pertama kali dalam sejarah Sumatra Barat. (20/9)

Di PPN XIII minggu lalu Ananda mengajak pemenang Ratnaganadi Paramita, pemenang kategori vokal / tembang puitik KPN+ 2024 yang kemudian berlanjut menjadi pemenang Ananda Sukarlan Award 2025. Untuk para pemenang, Ananda selalu menciptakan karya baru didedikasikan untuknya, supaya mereka memiliki aset untuk program konser mereka yang sangat personal, dan memang tercipta karena kemampuan artistik mereka.

Untuk Ratna, Ananda mengambil puisi penyair Jawa Barat, Doddi Ahmad Fauji, “Aku Cinta Pada-mu” dan menjadikannya tembang puitik. Nama Ratnaganadi Paramita pun kini tertulis di atas judul Tembang Puitik tersebut bersama beberapa karya lainnya yang baru saja terbit sebagai buku partitur “Tembang Puitik Ananda Sukarlan vol. 10”.

Ananda Sukarlan bersama Orkes Mahasiswa ISI Padang Panjang dan Kaprodi, Hadaci Sidik

Aku Cinta Pada-mu” inilah yang dipilih menjadi juara ke-2 (tidak ada juara pertama) kategori Tembang Puitik KPN+ di Padang Panjang. Dwi Rahma Aulia yang saat ini merupakan mahasiswi ISI Padang Panjang, bersama 18 orang pemenang lainnya menembus babak final yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 13-14 Desember 2025 mendatang.

“Sumbar memiliki bakat-bakat musik yang luar biasa”, tutur Ananda saat pengumuman pemenang di Gedung Pertunjukan Huriah Adam.

“Satu hal yang bisa diperhatikan untuk ke depannya, mereka harus bisa menggunakan aset budaya Minang dalam musik yang mereka tampilkan. Terutama di kategori tembang puitik (vokal klasik), ingat, loh, Sumbar memiliki sastrawan dan penyair kelas atas di Indonesia. Dulu ada Chairil Anwar, sekarang ada Ubai Dillah Al Anshori, Muhammad Subhan, Heru Joni Putra, Riri Satria, dan beberapa lagi. Beberapa puisi mereka sudah saya buat menjadi tembang puitik, para vokalis tinggal mempelajari dan mendalaminya.” Lanjut Ananda.

Ia pun mengatakan jika mereka menang nanti, mereka akan membawakannya di luar ranah Minang. Dengan demikian, sekaligus dapat mempromosikan budaya. Ini dapat menjadi salah satu upaya agar masyarakat luar Sumatra Barat mengenal puisi-puisi penyair Minangkabau. Ini juga pesan yang disampaikannya kepada sang soprano juara ke-2, Dwi Rahma Aulia, untuk membawakan puisi penyair Minang di babak final di Jakarta nanti.

Sang maestro yang kali terakhir menginjak tanah Minang tahun 2023 lalu atas undangan Payakumbuh Poetry Festival ini membawakan beberapa tembang puitiknya berdasarkan puisi penyair Sumatra Barat yang telah disebutkannya tadi.

Sebagai komponis, Ananda bukan hanya mencipta karya-karya untuk piano solo yang sudah menjadi repertoire para pianis dunia, tapi juga tokoh terdepan tembang puitik di Indonesia. Sudah lebih dari 500 tembang puitik yang telah ditulisnya.

Dalam buku partitur “Tembang Puitik vol. 10” yang baru terbit ini terdapat puisi-puisi, selain dari Doddi Ahmad Fauji juga Azizah Zubaer, Shantined, Tengsoe Tjahjono, Isbedy Stiawan ZS, Marlin Dinamikanto, Sihar Ramses Simatupang, Ence Sumirat, Fanny Jonathans Poyk, Darmawan Sepriyossa, Juniarso Ridwan, Pulo Lasman Simanjuntak, Setiyo Bardono, Yoevita Soekotjo, serta Tan Lioe Ie. Dua puisi bahasa Inggris pun terdokumentasi di buku ini, yaitu dari Judith Wright (Australia) dan Rabindranath Tagore (India).

“Saya juga mengharapkan banyak vokalis klasik yang mengikuti Kompetisi Piano Nusantara Plus beberapa bulan kedepan, dan bahkan bisa menjuarainya seperti Ratnaganadi Paramita tahun lalu. Sebagai juara KPN+, dia dapat Golden Ticket menuju Ananda Sukarlan Award, yang pemenangnya bisa memenangkan beasiswa ke Perancis dan Australia. Ini penting untuk musikus kita bukan hanya untuk menimba ilmu, tapi juga memperkenalkan sastra Indonesia ke negara lain melalui musik, karena tembang puitik sejatinya mengambil esensi dan kedalaman dari puisinya, bukan kata per kata yang sering lost in translation dalam bahasa lain. Ini akan menjadi alat diplomasi yang sangat efektif.” Terang sang maestro yang mengenakan busana tenun Rosdhani saat menjuri di Padang Panjang.

Sebagai catatan, KPN+ terbuka untuk semua kategori instrumen dan vokal klasik (tembang puitik) di sebelas kota, dan untuk Oktober-Desember akan berjalan di Palembang, Pontianak, Yogyakarta, Surabaya, dan Jakarta. Pendaftarannya masih dibuka sampai pertengahan Oktober 2025 esok.

Berikut daftar pemenang Kompetisi Piano Nusantara Plus Region Padang yang tembus ke babak final bulan Desember 2025:

Usia Dini B:

  • Ashalina Laiqa Aldelara – Juara 3

Usia Dini C:

  • Nadiva Arsyllia Ramadhani – Juara 3
  • ⁠Amira Rinjani Irawan – Juara 3
  • ⁠Azalea Khaliqa Dzahin – Juara 3
  • ⁠Kinasih Blessing Arganatio Sitanggang – Juara 2

Pemula B:

  • Rayza Althaf Hadaci – Juara 3

Pemula C:

  • Gilberto Edric Lim – Juara 3
  • ⁠Benedict Revata Lawer – Juara 2
  • ⁠Carlswell Leodhi Chuarman – Juara 1

Menengah B:

  • Arwen Fredela Teguh – Juara 2

Menengah C:

  • Vanessa Pricylia – Juara 3
  • ⁠Vonny Sofjan – Juara 2
  • ⁠Valeska Shanessa Gunawan – Juara 1

Lanjutan A:

  • Dzakira Rana Tiyasa – Juara 1

Lanjutan B:

  • Clairynne Leodhi Chuarman – Juara 2
  • ⁠Brigitta Aurelyn Trixie – Juara 1

Lanjutan C:

  • Maximilian Yusuf Aprialdi – Juara 3
  • ⁠Keiko Faustine Lesmana – Juara 3

Tembang Puitik:

  • Dwi Rahma Aulia – Juara 2

Sejarah baru telah ditulis di Padang Panjang: musik klasik berjumpa dengan kekayaan sastra Minangkabau. Dari sinilah, bakat-bakat muda Sumbar diharapkan tak hanya menjadi pemain musik hebat, tetapi juga duta budaya yang membawa puisi dan identitas tanah kelahiran mereka ke pentas dunia.[]

Ikuti tulisan-tulisan Majalahelipsis.id di media sosial Facebook dan Instagram. Dapatkan juga produk-produk yang diproduksi Sekolah Menulis elipsis seperti hoodie, kaus, atau buku. Khusus pelajar, mahasiswa, dan kalangan umum berstatus pemula yang berminat belajar menulis kreatif dapat mengikuti kelas di Sekolah Menulis elipsis. Hubungi Admin di nomor WhatsApp 0856-3029-582.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Jenderal Purnawirawan Turun Menjadi Relawan

7 Januari 2026 - 13:42 WIB

GPMB Aktif Mendorong Peningkatan TGM dan IPLM Kabupaten Maros

7 Januari 2026 - 10:06 WIB

Kubu Gadang Gelar Desa Wisata Fair II Edukatif untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Galodo

3 Januari 2026 - 10:27 WIB

Bachtiar Adnan Kusuma: Setiap Masjid Wajib Menulis Sejarahnya

3 Januari 2026 - 08:28 WIB

Chaidir Syam Hadir di Tengah Keluarga DDI Awal Tahun 2026

1 Januari 2026 - 20:20 WIB

Trending di BERITA