Dancesport Makin Diminati, IODI Padang Panjang Resmi Resmi Terbentuk Bahas Desain Sampul, Komunitas Seni Kuflet Matangkan Penerbitan Buku Puisi “Air Mata Sumatra” Anjing Pelacak yang Menjalankan Misi Kemanusiaan Itu Gugur di Medan Bencana Dari Gudang ke Galeri, dari Galeri ke Cuan Mahasiswa Prodi Seni Murni ISI Padang Panjang Gelar Pameran dari “Gudang ke Galeri” Menyalakan Semangat Menulis di Tubuh Birokrasi

BERITA

“Nyala Inkubator Literasi” Siap Terbit, Sumatera Barat Jadi Pelopor Buku Cerita Dampak ILPN

badge-check


					“Nyala Inkubator Literasi” Siap Terbit, Sumatera Barat Jadi Pelopor Buku Cerita Dampak ILPN Perbesar

JAKARTA, majalahelipsis.id—Buku bertajuk Nyala Inkubator Literasi (Cerita Dampak Penulis ILPN Sumatera Barat) karya penulis ILPN Wilayah Sumatera Barat kini memasuki tahap akhir penerbitan di Perpusnas Press, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).

Buku ini direncanakan diluncurkan di Kota Bukittinggi, kota ikonik yang dikenal dengan Jam Gadang, sebelum bulan Ramadan tahun ini.

Sebagai karya literasi pertama yang mengangkat cerita dampak ILPN, buku ini menempatkan Sumatera Barat sebagai “pelopor” di Indonesia.

Sebanyak 14 penulis Sumbar turut berkontribusi dalam karya ini, yaitu Amelia Putri, Dian Sarmita, Dilla, Doris Fitria, Fitria Diane Pratiwi Syukri, Iswandi Syharial Nupin, Maghdalena, Mardhiyan Novita MZ, Puspa Dani, Putri Andam Dewi, Sahari Ramadhani, Sry Eka Handayani, Winda Wati, Yulivia.

Koordinator ILPN Wilayah Sumatera Barat, Muhammad Subhan, saat berkunjung ke redaksi Perpusnas Press, Perpustakaan Nasional RI, Jumat (24/1/2025), disambut Kepala Biro Perencanaan Keuangan Perpusnas RI, Edi Wiyono, dan tim redaksi Perpusnas Press. (Foto: Majalah elipsis)

Koordinator ILPN Wilayah Sumatera Barat, Muhammad Subhan, menyampaikan perkembangan penerbitan buku ini saat bersilaturahmi ke redaksi Perpusnas Press di Jakarta, Jumat (21/1/2025). Kedatangannya diterima oleh Pemimpin Redaksi Perpusnas Press yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan Keuangan Perpusnas RI, Edi Wiyono.

Menurut Muhammad Subhan, buku ini adalah simbol semangat dan kontribusi nyata ILPN dalam memajukan literasi di daerah.

“Setiap kisah di buku ini mencerminkan bagaimana ILPN telah menjadi nyala api yang menginspirasi para penulis untuk melahirkan karya-karya baru,” ujarnya.

Kisah-kisah dalam buku ini tidak hanya menjadi refleksi perjalanan kreatif para penulis, tetapi juga bukti bahwa literasi memiliki dampak besar dalam membentuk karakter dan membuka peluang baru.

ILPN Sumatera Barat diharapkan dapat menjadi model bagi wilayah lain di Indonesia dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.

“Tetap semangat ya teman-teman. Terima kasih atas kontribusi dan partisipasi semuanya,” ujar Edi Wiyono.

Peluncuran buku ini di Kota Bukittinggi juga diharapkan menjadi momentum penting untuk mempromosikan budaya literasi di Sumatera Barat, yang telah lama dikenal dengan tradisi intelektual dan kreativitasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dancesport Makin Diminati, IODI Padang Panjang Resmi Resmi Terbentuk

6 Desember 2025 - 20:01 WIB

Bahas Desain Sampul, Komunitas Seni Kuflet Matangkan Penerbitan Buku Puisi “Air Mata Sumatra”

6 Desember 2025 - 19:29 WIB

Mahasiswa Prodi Seni Murni ISI Padang Panjang Gelar Pameran dari “Gudang ke Galeri”

3 Desember 2025 - 15:25 WIB

Angkat Silek Minangkabau ke Panggung Nasional, Jenilva Raih Juara 2 di Bacodaco 2025

2 Desember 2025 - 12:14 WIB

Konsep Bahagia Buya Hamka di PAUD Menulis Jeneponto

1 Desember 2025 - 06:15 WIB

Trending di BERITA