Oleh Fatatik Maulidiyah

Judul Buku : Di Bawah Kaki Langit Ka’bah
Penulis : Serli Susilowati
Jenis Buku : Nonfiksi
Penerbit : SIP Publishing
Tahun Terbit : Juli 2025
ISBN : 97862315647955

PERJALANAN suci dalam haji dan umrah merupakan perjalanan spiritual yang menjadi penanda betapa kita selalu merindukan pelukan dari Sang Maha Rahman Rahim, Allah Swt. Sebuah perjalanan spiritual dan fisik sebagai wujud penyerahan diri kepada-Nya di tengah riuhnya kehidupan duniawi yang melilit waktu-waktu yang tak pernah bisa kita genggam sepenuhnya. Meluangkannya menuju haramain adalah salah satu perjuangan jasmani dan ruhani untuk menuju Allah Swt.
Siapapun pasti memiliki harapan dan upaya untuk menjejakkan kaki di Mekkah dan Madinah. Dua kota suci pusat segala aktivitas ibadah kita sehari-hari. Perjalanan ke sana memiliki satu kisah tersendiri bagi kita betapa dalam waktu-waktu yang kita jalani pada akhirnya bermuara pada mencari rida-Nya.
Demikian yang saya rasakan setelah membaca buku yang hebat karya sahabat saya sejak tahun 2021, Serli Susilowati. Seorang penulis dan pendidik yang sangat produktif dan memiliki diksi _ yang bagi saya sangat mengagumkan, terutama apa yang ditulisnya di buku perjalanan umrah “Di Bawah Langit Ka’bah”.
Secara garis besar, buku ini terdiri atas empat bagian, yakni: Persiapan haji dan perjalanan, di tanah suci Madinah, Makkah, dan saat pulang dengan hati yang haru. Semua bagian diejawantahkan dalam cerita-cerita yang lebih detail, dalam bahasa yang sastrawi dan menyentuh. Mengingatkan kembali tempat-tempat tersebut yang pernah saya kunjungi dan saya abadikan dalam buku “Setitik Embun di Tanah Suci” yang terbit pada 2021 lalu.
Bagian pertama diceritakan bagaimana persiapan teknis terkait memilih travel umrah, menyiapkan berkas, bagaimana penulis mengondisikan pekerjaannya selama nanti berada di tanah suci. Hal-hal teknis tersebut tentu sangat berguna bagi pembaca yang memiliki kondisi sama denhan penulis jika kelak ditakdirkan berangkat ke tanah suci.
Penulis juga cukup baik mendeskripsikan setiap keadaan, tempat, pengalaman, juga perasaan, sehingga saya merasa larut dalam emosi mendalam. Apalagi saya juga pernah berada di sana. Beberapa bagian juga membuat saya menitikkan air mata, terutama saat penulis berhasil salat sunnah dekat maqam Ibrahim. Hal ini juga menjadi informasi baru bagi saya, bahwa hal yang mungkin sulit dilakukan di musim haji, bisa dilakukan saat umrah, termasuk salat dekat maqam Ibrahim. Di musim haji, jangankan salat, mendekatpun butuh perjuangan fisik yang luar biasa.
Sementara itu, di Madinah, saya tersentuh bagaimana penulis mendeskripsikan perasaannya saat berada di Raudhah dan memasuki gerbang 338 di mana penulis berswafoto dengan belahan jiwanya dengan latar belakang kubah hijau yang monumental itu. Angan saya melesat mengenang momen berburu kubah hijau. Dari pintu 25 saya sendirian memberanikaan diri berburu pintu 338 demi mendapatkan latar belakang kubah hijau. Sedihnya itu saya sendirian, sebab saat itu suami memiliki jadwal sendiri dengan rekan laki-laki. Jujur saja, melihat penulis bersama suami, membuat saya terharu. Tiada yang lebih indah berfoto bersama pasangan dengan latar belakang Ka’bah dan Kubah Hijau. Sebuah frame yang selalu indah.
Dari beberapa catatan perjalanan haji atau umrah yang pernah saya baca. Gaya bertutur penulis dari Banyumas ini sangat menyentuh dan deskriptif. Membuat saya sebagai pembaca turut larut dalam suasana tempat maupun perasaan. Membangkitkan perasaan rindu hadir di tanah suci, rindu mendapatkan perasaan itu kembali terutama saat menjejakkan kaki di tempat-tempat mustajabah dan penuh kisah sejarah hidup Nabi Saw.
Bagi saya pribadi, catatan pengalaman yang ada di buku ini cukup penting dibaca bagi siapapun yang selalu ingin hadir ke tanah suci, baik dalam ibadah haji maupun umrah. Tidak hanya pengalaman teknis mempersiapkan, atau ketika berada di tempat-tempat tertentu, tetapi juga sebagai cara kita membangun niat dan membangkitkan rindu agar bisa ditakdirkan kembali datang ke sana.[]
Mojokerto, 18 September 2025
Ikuti tulisan-tulisan Majalahelipsis.id di media sosial Facebook dan Instagram. Dapatkan juga produk-produk yang diproduksi Sekolah Menulis elipsis seperti hoodie, kaus, atau buku. Khusus pelajar, mahasiswa, dan kalangan umum berstatus pemula yang berminat belajar menulis kreatif dapat mengikuti kelas di Sekolah Menulis elipsis. Hubungi Admin di nomor WhatsApp 0856-3029-582.









