PADANG PANJANG, Majalahelipsis.id—Komunitas Seni Kuflet kembali mengadakan diskusi rutin yang kali ini mengangkat topik menarik seputar dunia perfilman dengan tema “Membuat Karakter Film”.
Diskusi menghadirkan Fajri Rahmat Illahi sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Muhammad Daffa Alfatir. Hal itu disampaikan Ketua Harian Komunitas Seni Kuflet, Nofal.

Dalam pemaparannya, Fajri menjelaskan bahwa karakter merupakan inti dari sebuah film. Setiap film membutuhkan tokoh dengan latar belakang dan tujuan yang jelas.
Ia memperkenalkan tiga jenis karakter utama dalam film, yaitu protagonis (tokoh utama yang menjadi pusat cerita), antagonis (tokoh penentang atau penghalang protagonis), dan tritagonis (tokoh pendukung atau penengah dalam cerita).
“Dalam menciptakan karakter film yang kuat, ada beberapa unsur penting yang harus diperhatikan. Pertama, latar belakang, yakni dari mana karakter berasal dan apa yang membentuk kepribadiannya. Kedua, motivasi, yaitu alasan atau dorongan yang membuat karakter bertindak. Ketiga, tujuan, hal yang ingin dicapai oleh karakter dalam cerita. Dan terakhir, profil mendalam berupa sifat, kepribadian, serta detail yang membuat karakter terasa hidup dan realistis. Film membutuhkan karakter yang tidak hanya kuat, tapi juga masuk akal dan punya tujuan jelas. Di situlah letak nyawa cerita,” ungkap Fajri.
Diskusi semakin hidup saat moderator Daffa Alfatir menanyakan apakah latar belakang karakter bisa dijadikan eksperimen oleh penonton.
Fajri menjawab bahwa hal itu bisa dilakukan, selama motivasi tokoh tetap kuat dan tidak keluar dari logika karakter.
Sementara itu, peserta diskusi Windi Eka Putri menanyakan kembali, “Berarti ada tiga karakter dalam proses pembuatan film?” Fajri dengan tegas dan singkat menjawab, “Iya, benar.”
Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif hingga akhir, menunjukkan antusiasme para peserta dalam menggali pengetahuan tentang dunia perfilman.









