Nyala Literasi Ada di Tangan Pustakawan Pustakawan Profesi Mulia vs Uang Palsu Setiap Hari Pustakawan Wajib Baca Buku Minimal Setebal Seratus Halaman

BERITA

Konsep Bahagia Buya Hamka di PAUD Menulis Jeneponto

badge-check


					Konsep Bahagia Buya Hamka di PAUD Menulis Jeneponto Perbesar

MAKASSAR, Majalahelipsis.id — Mantan jurnalis majalah Panji Masyarakat (1989-1993) yang juga Deklarator Nasional Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia, Bachtiar Adnan Kusuma, didaulat menjadi pembicara utama pada “Praktek Baik Best Practice Menulis Buku” yang digelar Pengurus Daerah (PD) Himpaudi Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Workshop Penulisan Praktik Baik PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) dengan tema “Membaca Itu Sehat, Menulis Itu Hebat”, dibuka Bupati Jeneponto Paris Yasir dihadiri Bunda PAUD Hj. Salmawati Paris, Sekdis Pendidikan Kabupaten Jeneponto, Kabid PAUD dan diikuti ratusan peserta.

Bachtiar Adnan Kusuma, tampil memukau peserta dengan membedah membaca semudah menulis dan menulis semudah membaca. Menulis sangatlah penting terutama guru-guru PAUD, tapi lebih penting lagi membaca. Karena tak ada tulisan yang baik, tanpa didahului dengan membaca yang kuat.

“Jangan pisahkan membaca dan menulis, karena membaca dan menulis ibarat dua keping mata uang yang tak dapat dipisahkan,” kata Ketua Forum Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional RI ini.

Karena itu, guru PAUD yang menulis adalah guru-guru yang bahagia. Artinya, kata Bachtiar Adnan Kusuma, dengan menulis akan menjadi jalan menuju puncak kebahagiaan.

Kebahagiaan, kata Kepala Badan Nasional Literasi IKA BKPRMI ini, bahagia karena menulis, tulisannya dibaca, berpahala di dunia, apalagi di akhirat kelak. “Jangan engkau mati, sebelum melahirkan karya buku,” kata Bachtiar Adnan Kusuma.

Konsep bahagia dengan membaca dan menulis telah diuraikan Buya Hamka dalam bukunya Tasauf Moderen yang terbit pada 1937. Buya Hamka tegas kalau mau bahagia, maka jaga kejujuran, integritas, hidup seimbang dan sederhana.

Konsep hidup bahagia relevan bagi guru-guru PAUD Jeneponto untuk menjadikan membaca dan menulis sebagai jalan menuju titian bahagia. “Kalau mau bahagia, maka membaca dan menulislah,” kata BAK.

BAK menekankan bahwa menulis sejatinya adalah kegiatan yang mudah dan menyenangkan. Ia mendorong para peserta untuk tidak takut melakukan kesalahan ketika mulai menulis.

“Menulis itu mudah. Jangan takut salah. Kita akan lakukan proses mentoring sampai buku praktik baik ini terbit,” ujarnya memotivasi peserta.

Bachtiar Adnan Kusuma yang mementori berbagai workshop dan pelatihan menulis buku di berbagai daerah di Indonesia, telah mengantar ratusan guru-guru, siswa, pustakawan menulis buku ini, tampil memukau, interaktif, menunjukkan contoh tulisan dan buku di depan para peserta.

“Apakah saudara-saudara bersedia menulis satu guru PAUD satu tulisan untuk jadi buku karya bersama?” tanya Deklarator Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia ini, dijawab para peserta “bersedia”.

Bachtiar Adnan Kusuma menyerahkan buku karya Dr. Masrur Makmur Latanro, M.Pdi., pendiri Ponpes Shohwatul Is’ad Padang Lampe berjudul Balancing of Life dan buku out put Bimtek Menulis Buku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jeneponto berjudul Menjaga Warisan Turatea kepada Bupati Paris Yasir dan Bunda PAUD Jeneponto Hj. Salmawati Paris.

Sementara itu, Ketua PD Himpaudi Jeneponto, Salmawati Paris, menegaskan bahwa tujuan utama workshop ini adalah untuk mendokumentasikan berbagai praktik baik yang selama ini telah dilakukan di satuan PAUD. Ia berharap praktik baik tersebut dapat direplikasi oleh sekolah lain dan menjadi inspirasi bagi pendidik di seluruh Jeneponto.

“Praktik baik yang sudah dilakukan di sekolah tidak boleh berhenti hanya sebagai pengalaman. Kita akan bukukan, agar dapat dibaca, dipelajari dan diterapkan di mana pun,” jelasnya.

Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi guru PAUD untuk menguatkan budaya literasi, meningkatkan keterampilan menulis, dan memperkuat jejaring antarpendidik.

Semangat peserta terlihat dari antusiasme selama mengikuti sesi materi, diskusi, hingga praktik penyusunan draf tulisan.

Dengan adanya workshop ini, PD Himpaudi Jeneponto berharap lahir penulis-penulis baru dari kalangan guru PAUD yang mampu menginspirasi melalui karya mereka.

Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan mutu layanan PAUD HI di Kabupaten Jeneponto. (RLS/AAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Jenderal Purnawirawan Turun Menjadi Relawan

7 Januari 2026 - 13:42 WIB

GPMB Aktif Mendorong Peningkatan TGM dan IPLM Kabupaten Maros

7 Januari 2026 - 10:06 WIB

Kubu Gadang Gelar Desa Wisata Fair II Edukatif untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Galodo

3 Januari 2026 - 10:27 WIB

Bachtiar Adnan Kusuma: Setiap Masjid Wajib Menulis Sejarahnya

3 Januari 2026 - 08:28 WIB

Chaidir Syam Hadir di Tengah Keluarga DDI Awal Tahun 2026

1 Januari 2026 - 20:20 WIB

Trending di BERITA