GOWA, Majalahelipsis.id — Dalam rangka milad ketiga sekaligus launching Teras Baca Yayasan Ummi Sitti Hadariah, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Tokoh Literasi Nasional Bachtiar Adnan Kusuma (BAK) hadir sebagai pembicara utama dalam kegiatan bertajuk “Mendidik Generasi Aktif Literasi Menuju Gowa Cara’de dan Gowa Masunggu”, Minggu (2/11/2025) di Aula Adnan Kio, Limbung, Gowa.
Kegiatan ini turut dihadiri Pembina Yayasan Ummi Sitti Hadariah, Hj. Sitti Hadariah, S.Pd., serta ratusan peserta dari kalangan pegiat literasi, guru, pengelola TBM, Danramil Bajeng, Kapolsek Bajeng, dan Camat Bajeng.

Dalam paparannya, Bachtiar Adnan Kusuma menegaskan pentingnya peran pegiat literasi menjadi teladan nyata dalam membangun budaya baca dan tulis di masyarakat.
“Jangan terjebak pada kegiatan seremoni belaka. Jangan hanya pandai meluncurkan, tapi tidak mampu merawat dan menjaga keberlanjutan gerakan literasi,” tegas Ketua Forum Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional itu.
BAK juga memotivasi pengurus Teras Baca Ummi Sitti Hadariah agar terus menjaga semangat literasi dan menjadi figur sentral dalam membentuk ekosistem generasi aktif literasi.
“Sebelum mengajak anak-anak membaca buku, jadilah pembaca aktif lebih dahulu. Kita butuh figur muda yang mau menghabiskan waktunya membaca di perpustakaan,” ujarnya.

Menurutnya, budaya baca yang tinggi berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat.
“Tak ada bangsa, negara, atau daerah yang maju tanpa hadirnya generasi aktif literasi,” tutur penulis buku Parenting Literasi dan 13 Langkah Menumbuhkan Kebiasaan Membaca ini.
BAK juga mengapresiasi kiprah Yayasan Ummi Sitti Hadariah yang fokus pada bidang literasi, majelis taklim, dan pendidikan anak yatim piatu. Dalam kesempatan itu, ia menyerahkan bantuan buku kepada Pembina Yayasan, Hj. Sitti Hadariah.
Sementara itu, Ketua Yayasan Ummi Sitti Hadariah, Ulfa Nurul Qalbi, menjelaskan bahwa tema Gowa Cara’de dan Gowa Masunggu bukan sekadar slogan, tetapi semangat untuk menjadikan masyarakat Gowa sebagai masyarakat cerdas, beradab, dan berkemajuan.
“Salah satu jalan menuju kemajuan adalah literasi — kemampuan membaca, menulis, berpikir kritis, dan mencipta,” ujarnya.
Ulfa menambahkan, sejak awal berdiri, yayasan ini memiliki cita-cita menjadi wadah lahirnya generasi Qur’ani yang juga melek literasi.
“Kami ingin melahirkan generasi yang tak hanya membaca huruf, tetapi juga membaca dunia; yang tak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan literasi semacam ini mampu menginspirasi guru, siswa, orang tua, dan masyarakat untuk menjadikan literasi sebagai gaya hidup.
“Literasi bukan sekadar membaca buku, tetapi membaca kehidupan — agar kita mampu menulis sejarah peradaban yang lebih baik untuk Kabupaten Gowa,” tutup Ulfa.









