Oleh Bachtiar Adnan Kusuma
MENUTUP tahun 2025 caranya berbeda-beda. Bagi mereka yang memiliki duit berlebih, pilihannya berlibur ke luar negeri atau menunaikan umrah di akhir tahun. Pilihan dan cara boleh berbeda, tetapi tujuannya sama: menutup agenda tahunan dengan cara masing-masing.

Apa yang penulis lakukan di akhir tahun 2025? Selain memilih berkumpul dengan anak-anak dan cucu, Pondok Pesantren DDI Tonrongnge menjadi pilihan utama.
Pondok Pesantren DDI Tonrongnge, Mangkoso, Kabupaten Barru, dipilih penulis sebagai sasaran wisata religi. Bukan sekadar wisata religi, bagi penulis Ponpes DDI Mangkoso telah menjadi ruang penting: tempat beribadah, merenung, sekaligus wisata menulis.
Tak disangka, dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah buku penulis berhasil dituntaskan di Wisma Tonrongnge DDI Mangkoso. Suasana pesantren yang tenang, ritme ibadah yang teratur, dan perjumpaan dengan santri menjadi energi tersendiri bagi proses kreatif penulis.
Di penghujung 2025, penulis kembali memilih melakukan Road Show Santri Membaca Itu Hebat, Menulis Itu Hebat. Start awalnya bermula dari Masjid Iddadiyah Ponpes Tonrongnge, tepatnya pada subuh hari Ahad, 27 Desember 2025.
Penulis bersyukur karena selain didampingi istri tercinta, Ani Kaimuddin Mahmud, turut hadir putri tercinta dr. Dea, cucu semata wayang Dzakira Thalita Delaparsyah, serta sang bungsu, santri Farhan Alfarisi Kusuma.
Menariknya, di sela-sela usai Salat Jumat di Masjid Ahlusuffah Tonrongnge, tiba-tiba datang menemui penulis Muh. Ishak Laupe, salah seorang guru literasi di SMA Negeri Kabupaten Sidrap.
Ishak Laupe pernah bertemu dengan penulis dalam Forum Bimtek Menulis Buku yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sidrap. Ia tercatat sebagai salah seorang peserta yang aktif dan rajin berkomunikasi dengan penulis sebagai mentornya. Tanpa jengah meski tak bertemu di Makassar, Ishak Laupe justru menyambangi penulis di Wisma Ponpes Tonrongnge, Mangkoso. Telur bebek dan sebilah pisau hasil rakitan Ishak Laupe menjadi oleh-oleh penuh makna dari Sidrap menuju Mangkoso.
Dari Mangkoso, Maros dan Pangkep menjadi titik-titik asa perjalanan literasi penulis sepanjang tahun 2025.
Selamat menyambut 2026, dan selamat tinggal 2025. []
Bachtiar Adnan Kusuma
Tokoh Literasi dan Penulis









