MAROS, Majalahelipsis.id — Bupati Maros Chaidir Syam, yang juga Pembina Forum Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional RI, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bachtiar Adnan Kusuma (BAK) atas dedikasi serta pengabdiannya memilih literasi sebagai jalan perjuangan hidupnya.
Ucapan tersebut disampaikan Chaidir Syam melalui grup WhatsApp Pengurus Daerah Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Maros, Sabtu (18/10/2025), bertepatan dengan syukuran dan peluncuran dua buku terbaru BAK, masing-masing berjudul Pagae dan Anak Kolong Berwajah Buku, sekaligus menandai Milad ke-55 Tokoh Literasi Nasional tersebut.

“Literasi memang tidak terasa efeknya secara langsung, tetapi sesungguhnya bisa membawa kesejahteraan. Istiqamah Kak BAK berjuang di jalan literasi luar biasa. Kami sangat termotivasi oleh perjuangan beliau dan para pegiat literasi di Maros, Sulsel, dan seluruh Indonesia,” ujar Chaidir Syam, yang juga memberikan pengantar singkat dalam peluncuran dua buku itu di Pantai Biru, Makassar.

Acara tersebut dihadiri ratusan tokoh dari berbagai kalangan, antara lain Ikatan Alumni Sekolah Menengah Pekerjaan Sosial Negeri Ujungpandang (SMPNPSN), Asosiasi Majelis Taklim Indonesia Kabupaten Maros, Majelis Taklim Masjid Anny Mujahidah Rasunnah, Ikatan Alumni Remaja Masjid Nurul Yaqin Karuwisi, Pengurus Daerah GPMB Maros, IKA BKPRMI Maros, Kerukunan Keluarga Tonrong Bola Wajo, Kerukunan Keluarga Jeneponto, serta para pegiat literasi.
Selain mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut juga diisi tausiah agama oleh Ustaz H. Alimuddin dan Ustaz Muchtar Daeng Lau. Hadir pula Ketua Umum Asosiasi Majelis Taklim Indonesia Kabupaten Maros, dr. Hj. Maryam Haba, M.Kes., beserta Sekretaris Umum Ani Amiludin; Ketua Majelis Taklim Masjid Anny Rasunnah Hj. Andi Darna; serta tokoh-tokoh alumni seperti H. Amir, Muh. Rusli Nur, dan Abdul Munir.
Turut hadir Seniman dan Budayawan Sulsel Yudhistira Sukatanya, Sekretaris DPD LPM Provinsi Sulsel Ishak Makkarannu, serta pegiat literasi media Herman Lilo.
Menurut Yudhistira Sukatanya, BAK adalah figur pejuang literasi nasional yang telah lama mengabdikan diri di dunia baca-tulis. “Pak BAK selalu berkata, menulislah sebelum engkau dituliskan di dinding kuburmu; menulislah untuk dikenang. Itu pesan yang sangat kuat bagi kita semua,” ujar Yudhistira.
Ia menambahkan, dedikasi dan konsistensi BAK dalam menggerakkan budaya baca dan menulis di Indonesia patut diapresiasi. “Selamat milad, adinda BAK. Semoga Tuhan senantiasa memberi kesehatan dan umur panjang untuk terus berjuang di jalan literasi,” tutupnya.









