
Ai Pipih, S.Pd.I. Memiliki nama pena Ai Lundeng. Lahir di Purwakarta, seorang ibu rumah tangga, juga tenaga pendidik di salah satu madrasah negeri di Purwakarta. Menulis dan membaca puisi adalah kegemaran yang sudah ia tekuni sejak duduk di bangku MTs. Baginya, menulis puisi adalah suatu kegiatan yang sangat menyenangkan di waktu luang dan sebagai medianya untuk mengungkapkan emosi. Bukunya yang telah terbit berjudul Gemuruh Palung Hati dan Goresan Pena di Ujung Senja.
Aku Bukan

Aku daun yang gugur berserakan
Di antara hijau daun segar
Aku ranting yang patah
Di bawah pohon yang kekar
Aku angin sepoi
Di tengah angin yang berembus
Aku riak di antara gelombang
Aku adalah tulisan yang tercecer
Di atas kertas yang berserakan
Aku adalah potongan kata
Di antara kalimat yang tak beraturan
Namun, aku bukan gunting
Dalam lipatan
Purwakarta 9 Desember 2024
Jika Hujan Tak Kembali
Kutanya hujan
Mengapa baru datang
Bukankah aku merindukanmu
Hujan diam,
Dia hanya terus mencurahkan
Apa yang selama ini tersimpan
Kutanya kembali
Kapan kau datang lagi
Hujan pergi tanpa permisi
Lalu kutanya Mentari
Apakah besok kau akan kembali?
Mentari menjawab, pasti
Jika hujan tak kembali
Purwakarta 23 Oktober 2024
Gambar ilustrasi diolah oleh tim redaksi Majalahelipsis.id menggunakan teknologi AI.
Ikuti tulisan-tulisan Majalahelipsis.id di media sosial Facebook dan Instagram. Dapatkan juga produk-produk yang diproduksi Sekolah Menulis elipsis seperti hoodie, kaus, atau buku. Khusus pelajar, mahasiswa, dan kalangan umum berstatus pemula yang berminat belajar menulis kreatif dapat mengikuti kelas di Sekolah Menulis elipsis. Hubungi Admin di nomor WhatsApp 0856-3029-582.













